Langsung ke konten utama

Postingan

Bila Mas Nggothon Ngundhuh Mantu Putranya...

Waktu masih bersekolah SMP, dia suka sepakbola. Meski bukan pemain tangguh, namun karena dia sangat antusias dengan sepakbola serta sangat rajin berlatih dia menjadi satu-satunya siswa yang paling mumpuni dalam persepakbolaan. Dalam setiap pelajaran olahraga dengan sepakbola sudah pasti dia menjadi penguasa lapangan. Bahkan ternyata hingga saat ini dia masih menggeluti dunia sepakbola. Seringkali dia mengantar tim nya bermain ke berbagai kecamatan di Karanganyar. Kadangkala dia ke Jumapolo, ke Jumantono, Matesih, Mojogedang dan lain sebagainya.

Taliasih untuk Mantan Guru Olahraga

  Tak ada yang ingat persis nama lengkapnya. Info yang mengalir di grup whatsapp pagi 9 Agustus 2022 lalu itu meyebutkan bahwa Pak Wito gerah. 2 bulan terakhir kondisinya ngedrop, dirawat di rumah.  Namun buru-buru diralat oleh anggota grup yang lain, kalau namanya Minto. “Namanya Suminto, rumahnya utara SD Kristen Karanganyar”, tambah yang lain. Mungkin memang sudah lupa dengan nama lengkap beliau. Maklum para bekas siswa itu berinteraksi dengan guru olahraga itu sudah puluhan tahun lalu. Saat itu dia suka ngajar olahraga (atau sekarang nama keren mata pelajaran itu pendidikan jasmani) di halaman sekolah. Kadangkala beliau mengajak murid-muridnya melakasanakan kegiatan pelajaran olah raga itu di lapangan luas --tapi belum jadi-- di belakang kompleks kantor DPRD Karanganyar. Orangnya galak, suka menghukum push up, tapi kami semua yakin itu bukan wujud dari guru yang killer, tapi bentuk dari upaya beliau mendidik kedisiplinan kami. Setelah lulus dari SMP 2 Karanganyar t...

Bu Karti dan Model Rambut Priyo Santoso

Siang itu Bu Karti membahas 4 pertanyaan yang ditanyakan secara tertulis oleh murid, dengan pertanyaan yang sok ndakik-ndakik. Salah satu pertanyaanya adalah mana yang benar prakiraan cuaca atau perkiraan cuaca? Sebagai guru bahasa Indonesia beliau memang mempersilahkan muridnya di kelas 3C untuk bertanya apa pun tentang bahasa Indonesia. Bahkan yang aktual juga boleh. Kalau tidak mau bertanya langsung secara lisan, boleh juga secara tertulis. Kira-kira begitu yaang ada di benak salaah satu murid 3C itu. Begitu melihat tayangan TVRI (saat itu hanya ada satu stasiun televisi yang bisa di tangkap di wilayah Kota Karanganyar, yaitu stasiun TVRI Surabaya.).  Dalam tayangan itu pembaca berita mengatakan akan menyampaikan prakiraan cuaca. Rupanya pengucapan kata prakiraan ini mengundang keganjilan. Bu Karti menjawab dengan panjang lebar atas empat pertanyaaan itu. Namun di tengah pembicaraan membahas pertanyaan itu, Bu Karti berhenti sejenak. Beliau tiba-tiba berucap: "rambutmu bagus ma...

Setelah 33 Tahun...

Ini tentang cerita komunitas sebuah kelas dari SMP yang berada di Jalan Lawu Kabupaten Karanganyar. Ya inilah kelas 3C SMP 2 Karanganyar.  33 tahun lalu, kira-kira bulan Juni 1988 komunitas ini dipaksa bubar dan berdiaspora, karena harus lulus dari sekolah lanjutan tingkat pertama itu. Sejak itu anggota komunitas itu berdiaspora. Ada yang tetap melanjutkan di SMA di Karanganyar. Ada yang geser ke utara yakni ke Sragen. Ada yang ke Kota Solo. Ada yang ke Karangpandan. Mungkin ada yang ke kota lain entah kota mana... Setelah lulus SMA mereka lebih luas dan makin rumit jalur pesebarannya. Masa-masa setelah itu makin rumit dan luas. Begitulah komunitas manusia...